Home » » Tolak Ikut Renang Campuran, Siswi Muslim Swiss Dihukum, Sedangkan Di Indonesia Generasi Muslimah Dibiarkan Berenang Campur Baur

Tolak Ikut Renang Campuran, Siswi Muslim Swiss Dihukum, Sedangkan Di Indonesia Generasi Muslimah Dibiarkan Berenang Campur Baur

Written By radjie ahmad on Kamis, 29 Maret 2012 | 00.38

Syabab.Com - Jika di negeri-negeri Barat, kaum Muslim berusaha memegang teguh ajaran Islam, di negeri Muslim seperti di Indonesia malah sebaliknya. Sebut saja, di Swiss, satu keluarga Muslim di Basel harus dikenai hukuman denda 1.400 franc (1.550 dolar AS) lantaran menolak anak perempuan mereka mengikuti kelas renang campuran.
Sementara di Indonesia, generasi Muslimah telah dirusak pikiran dan tingkah lakunya, serta secara diam-diam telah digiring untuk tidak teguh dengan ajaran Islam itu sendiri. Para pelajar di beberapa sekolah berusaha memaksakan pelajaran renang di luar sekolah oleh guru-guru olahraga mereka. Jika kolam renangnya terpisah antara laki-laki dan perempuan mungkin tidak terlalu masalah, tetapi nyatanya, sebaliknya. Bahkan banyak anak-anak perempuan yang tadinya menutup aurat, terpaksa memperlihatkan auratnya.

Sedangkan di Barat, sebuah keluarga harus menghadapi hukuman denda hanya untuk mempertahankan keyakinan serta berusaha teguh terhadap perintah dari Tuhannya. Pihak keluarga menolak untuk membayar denda dengan alasan hukuman itu merupakan pelanggaran terhadap hak kebebasan beragama.

Seperti dikutip thelocal.ch, pihak keluarga berpandangan sesuai dengan ajaran Alquran, mereka ingin menanamkan rasa malu pada anak-anak mereka sebelum mereka mencapai usia pubertas. “Mengikutsertakan anak perempuan dalam kolam renang campuran bertentangan dengan keyakinan keluarga,” kata juru bicara pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Setelah banding diajukan pihak keluarga terhadap putusan Pengadilan Administratif, Pengadilan Federal memutuskan untuk tetap mempertahankan putusan itu. Pengadilan menyatakan, adalah kewajiban setiap siswi untuk berpartisipasi dalam kelas renang meski berbeda keyakinan.

Setelah berhasil mendapatkan payung hukum larangan pembangunan menara masjid, sayap kanan di negara itu, Partai Rakyat Swiss (SVP), merencanakan larangan yang lebih banyak lagi terhadap muslim yang jadi minoritas di negara Eropa. “Pemilih memberi sinyal kuat untuk menghentikan tuntutan kekuasaan politik Islam di Swiss dengan mengorbankan hukum dan nilai-nilai kita,” ujar Adrian Amstutz, anggota parlemen SVP.

“Muslim harus dipaksa untuk mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat. Perkawinan paksa, khitan perempuan, dispensasi khusus dari pelajaran berenang, dan burqa berada di daftar puncak,” tegas Amstutz,” imbuh dia.

Demikianlah, kondisi kaum Muslim yang telah menjadi minoritas di negeri-negeri Barat. Sungguh sangat memalukan bila di negeri yang bermayoritas Muslim terbesar di dunia ini, alih-alih mempertahankan keyakinan para generasi muda, malah justri menceburkan generasi muda muslimah sehingga melakukah hal yang bertentangan dengan keyakinan Islam.

Di Indonesia, penggiringan anak-anak muslimah untuk mengikuti praktek renang terjadi di hampir sekolah. Hampir, rata-rata kolam renang yang digunakan campur baur, serta mngumbar aurat. Anehnya, tidak ada, atau jarang sekali para orang tua yang merasa keberatan. Entah tidak tahu, atau mereka meridhoinya. Malah yang ada hanya diam atas pendangkalan keyakinan agamanya itu. Berbeda dengan sebuah keluarga di Swiss yang berusaha mempertahankan akidah dan perilaku anaknya agar tidak menyimpang darai ajaran agama.

Umat Islam benar-benar membutuhkan satu payung pelaksana syariah yang akan menjaga akidah umatnya, serta menerapkan syariah secara sempurna, termasuk menghentikan segala kezhaliman yang menimpa umat ini. Khilafah Islamiyyah, itulah satu-satunya institusi pelaksana syariah yang digariskan Rasulullah tercinta. Kehadirannya kembali ke muka bumi ini semakin dekat saja. Insya Allah. [m/republika/syabab.com]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Berita Muslim - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger