Di Barat, tiap tanggal 1 April diperingati hari “April Mop.” Sedangkan di Indonesia, di berbagai kota besar, tak jarang kaula muda Muslim latah mengikuti tradisi April Mop. Pada hari itu... Read Full Post
1 2 3 4 5 6

Politisi Belanda Melarang Membangun Masjid

Written By radjie ahmad on Minggu, 08 Juli 2012 | 23.13

Politisi Belanda Geert Wilders Melarang Pembangunan Masjid

Geert Wilders politikus Belanda, pemimpin partai sayap kanan, Partai Kebebasan, yang sangat terkenal di seluruh daratan Eropa, dan mendapatkan dukungan kalangan sayap kanan Eropa, yang mengkampanyekan anti Islam. Weelder, ketika berbicara dalam sebuah pertemuan di Denver, Kanada, menyerukan agar seluruh negara di Barat, melarang pembangunan masjid baru, Sabtu.
Suara Wilders itu, seperti dinamit, yang meledak dengan keras, dan membangunkan kesadaran seluruh warga di daratan Eropa, tentang ancaman Muslim dan Islam. Wilders dengan sangat keras terus menerus melakukan kampanye di berbagai forum, yang menentang keberadaan imigran Muslim dari berbagai negara Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Wilders, menginginkan agar setiap otoritas di negara Barat, tidak memberikan kelonggaran dan izin terhadap aktivitas kalangan Muslim, termasuk pembangunan masjid.
Wilders menjadi pembicara tamu di KTT kelompok Konservatif Barat, di mana ia memperingatkan 1.000 tokoh konservatif terhadap bahaya Islam: "Jika kita tidak berhasil menghentkan terjadinya Islamisasi, kita akan kehilangan segalanya: identitas, budaya, sistem demokrasi, kebebasan, dan peradaban kita,", ungkap The Statesman Colorado.
Wilders adalah pendiri partai sayap kanan Partai Kebebasan di Belanda yang sekarang menjadi kelompok politik terbesar ketiga di negara itu.Wilders juga menulis buku : "Warning To The Death: Perang Islam melawan Barat dan Kita". Wilders, sekarang kemanapun mendapatkan pengawalan yang sangat ketat, sejak kalangan Islamis mengancam akan membunuhnya, karena penghinaan terhadap ajaran Islam.
Seruan Wilders  melarang  pembangunan masjid baru di seluruh Barat mendapatkan dukungan, diantaranya  Senator Kevin Grantham yang mengatakan, masyarakat Barat dan pemerintahannya  layak mempertimbangkan peringatan politisi Belanda itu", ujarnya.
"Anda tahu, kami harus mendengar lebih banyak tentang itu, karena, seperti kata dia, masjid tidak seperti gereja-gereja. Muslim memikirkan masjid lebih sebagai pijakan ke dalam masyarakat, sebagai pijakan ke masyarakat, lebih dalam budaya dan dalam arti nasionalis. Gereja-gereja kita - kita tidak merasa seperti itu, mereka tempat ibadah, dan masjid tidak hanya itu, dan kita perlu memperhitungkannya ketika menyetujui pembangunan dari mereka ", tambah Kevin.
Wilders juga memperingatkan terhadap setiap pemberian kesempatan bagi hukum Syariah (hukum Islam) - dalam setiap ruang sidang Barat, dan mengatakan itu sudah "terlambat" untuk menjaga Islam keluar dari negara ini, tambahnya.
"Negara Anda sedang menghadapi jihad siluman, upaya Islam untuk memperkenalkan hukum Syariah sedikit demi sedikit terus berlangsung," katanya kepada para audien yang berjumlah  1.000 peserta.
Wilders  mendesak anggota parlemen Amerika untuk mengabaikan, "Ejekan dari media liberal ... dan akan memberikan kekuatan kepada kalangan Islam", tegasnya. Wilders menginginkan adanya tindakan tegas dengan :  "Menghentikan imigrasi dari negara-negara Islam."
The Statesman Colorado melaporkan bahwa respon terhadap Wilders, sangat beragam: "Wilders menerima sambutan tepuk tangan dengan berdiri, dan diulang-ulang selama 45-menit ceramahnya".
"Saya tidak punya masalah dengan Muslim," kata Wilders dalam sambutannya. "Ada banyak kaum Muslim moderat. Saya selalu membuat perbedaan antara orang-orang dan ideologi. Ada muslim moderat memang banyak. Tapi percayalah, tidak ada yang namanya Islam moderat - hanya ada satu Islam, dan itu adalah sebuah ideologi. Berbahaya, dan totaliter, tidak toleran, cenderunga kepada kekerasan, yang tidak boleh ditoleransi oleh masyarakat Barat ", ujarnya.
Film Wilders "Fitna" yang sangat menghina kepada Islam, dan telah menimbulkan kecaman yang sangat luas di dunia Islam, dan film itu dirilis pada tahun 2008. Film dibuka dengan Quran diikuti dengan gambar serangan 9/11 dan pemboman Madrid dan London.
Wilders ditolak masuk ke Inggris pada tahun 2009 dengan alasan keamanan publik setelah ia menggambarkan Quran sebagai kitab yang mengajar kekerasan. Begitulah kaum kafir. Wilders telah pula menerbitkan tentang "buku fasis", dan dinilai telah  "Menghasut kebencian." Wilders tak lain, cecunguk Yahudi, yang terus menggembar-gemborkan anti Islam. mi

Allahu Akbar, 3500 Tokoh Umat dari Berbagai Kalangan Bicarakan Khilafah di Sabuga ITB Bandung [+foto]



Syabab.Com - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sukses menggelar Konfrensi Tokoh Umat se-Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, tulis detikBandung. Sesuai target, acara yang digelar pada hari Ahad, 27/05/2012 tersebut dihadiri oleh 3.500 tokoh umat seluruh Jabar.
Tokoh umat yang hadir dalam acara tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh ulama, kaum intelektual, cendekiawan, pengusaha, mahasiswa hingga pelajar.

Para tokoh umat yang hadir di antaranya Pengamat Politik Unpad Dedi Mariana, Guru Besar Fikom Unpad Deddy Mulyana, Kepala Forensik RSHS dr Noorman Herryadi, Pengamat Intelijen Herman Ibrahim, Ketua PW Muhammadiyah Jabar Ayat Dimyati, Adam Anhari PW Syarikat Islam, dan Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar.

“Para tamu undangan yang datang ke sini, memakai biaya sendiri. Malah mereka harus membayar Rp 100 ribu per orang. Jadi saya tegaskan, kehadiran mereka ke sini karena dukungan mereka terhadap tegaknya khilafah di Indonesia. Kami tidak membayar mereka sama sekali,” ujar Luthfi.

Konferensi yang mengangkat tema “Khilafah model terbaik negara yang menyejahterakan’ ini, menurut Luthfi untuk menegaskan kembali komitmen HTI untuk memperjuangkan pendirian sistem syariah di Indonesia.

“Acara konferensi ini tidak mengeluarkan deklarasi atau apa pun, ini hanya bentuk komitmen Hizbut Tahrir untuk pendirian khilafah di Indonesia. Kita akan terus sosialisasikan dan gelorakan hal ini. Sampai semua orang di negeri ini merindukan sistem pemerintahan khilafah. Saat itu terjadi, siapa yang bisa menghalangi,” tandasnya.

Menurutnya sistem syariah menjadi jawaban kondisi Indonesia saat ini yang terus tidak berkembang, malah cenderung memburuk. “Di dunia ini ada tiga sistem, sosialis, kapitalis, dan Islam. Sosialis sudah mati, kapitalis kini sedang sekarat. Nah apalagi? Ya Islam jawabannya,” tegasnya.

Karena itu, Luthfi yakin jika konsep khilafah ini terus digelorakan, maka akan menjadi efek bola salju. “Kita akan terus meraih dukungan dari umat dengan cara damai, untuk sama-sama menyadari jika sistem pemerintahan sekarang bobrok. Siapa pun pemimpinnya, jika sistemnya masih seperti sekarang ini, tidak akan bisa menyejahterakan umat,” pungkasnya.
Konferensi tokoh umat ini mendapat perhatian besar dari insan pers, baik sebelum acara digelar ataupunj setelahnya. Beberapa media ikut serta meliput acara ini. DetikBandung menulis beritanya dengan judul "3.500 Tokoh Umat di Jabar Bicara soal Khilafah di Sabuga". TribunJabar menulis laporannya dengan judul "Ribuan Tokoh Hadir di Sabuga" dan "HTI Coba Ubah Mindset Masyarakat". [m/detikBandung/syabab.com]
Lihat Foto:

Astaghfirullâh, Beberapa Aktivis Muslim Bangga Memakai Pakaian Sekuler!


Syabab.Com - Saya duduk sambil mendengarkan sebuah wawancara yang dilakukan BBC dengan seseorang yang saya kenal. Saya akan menyebutnya di sini dengan nama (Ahmad). Saya telah bertemunya beberapa kali dalam kesempatan yang berbeda. Ia pernah dimasukkan penjara di Tunisia sebelum melarikan diri ke London. Ia merupakan seorang aktivis terkemuka dalam gerakan Islam di Tunisia. Setelah revolusi baru-baru ini, ia kembali ke Tunisia, dan ia masih sebagai seorang aktivis terkemuka dalam gerakan tersebut. Sungguh pertemuan ini mengungkapkan visi kelompoknya tentang Tunisia, dan tentang membangun sebuah “demokrasi Islam!”
BBC menyebutnya dengan seorang Muslim moderat. Saya terus terang bahwa saya tidak senang dengan wawancara itu, karena banyak sesuatu yang kontradiksi dengan syariah. Seperti, bahwa syara’ (Islam) bukan sumber hukum; bahwa sistem yang terbaik adalah kombinasi dari demokratis Barat dan budaya warisan Islam, serta tidak melarang pemakaian bikini, bahkan ia menekankan bahwa memakai busana Muslim adalah pilihan pribadi!

Dan selama wawancara, (Ahmad) berulang kali menegaskan pembelaannya pada kebebasan berprilaku dan kebaikan demokrasi, bahkan ia menegaskan bahwa syariah bagi kami “hanyalah budaya warisan yang kami terima, sehingga kami tidak akan berusaha untuk menerapkannya di dalam negara dan pemerintahan.”

Bahkan tampak sekalai selama pembelaannya terhadap demokrasi, seolah-olah ia seorang politisi sekuler Barat yang sedang membuat garis besar visi sekulernya untuk Tunisia, sama seperti demokrasi sekuler Barat, hanya saja diwarnai dengan beberapa slogan Islam seperti “demokrasi Islam!” Sehingga orang yang mendengarnya tidak langsung terbayang dalam pikirannya bahwa ada sistem konstitusi ilahi yang telah dibuat oleh Allah SWT, yaitu sistem Khilafah.

Lalu, mengapa seorang intelektual Muslim menentang pendirian negara Islam? Apakah ia tidak tahu tentang sejarah Islam di Tunisia? Tidakkah ia percaya terhadap dukungan Allah bagi mereka yang beraktivitas untuk mengembalikan kekhalifahan Islam?

Melihat semua ini, kami menyadari bahwa ada dua hal: pertama, bahwa ia tertipu, dan yang kedua adalah kurangnya keyakinan bahwa Islam mampu mengatasi semua masalah yang ada sekarang, seperti pengangguran, serta kualitas infrastruktur yang tengah dihadapi Tunisia dan negeri-negeri Islam lainnya.

Ada banyak orang lain yang tertipu seperti dia. Mereka begitu memuliakan dan memuji sekularisme, kapitalisme dan demokrasi, melebihi orang Barat sendiri. Mereka memuliakan demokrasi dengan melupakan kekecewaan rakyat di Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat, yang hanya memperhatikan para pemilik modal, dan partai-partai politik dengan mengorbankan rakyat biasa. Mereka juga melupakan hancurnya perekonomian yang dimulai dengan krisis ekonomi pada 2008, dan krisis euro yang terus berlanjut, serta masalah-masalah serius yang tengah dihadapi Yunani, Irlandia, Spanyol, dan melebarnya jurang antara kaya dan miskin. Kemudian, apakah kami melupakan krisis sosial yang terjadi di London, di mana ia tinggal? Konflik keluarga, penelantaran para orang tua di panti jompo, dan kurangnya nilai-nilai luhur yang menyebabkan kerusuhan di London tahun lalu? Bahkan ia berkhotbah tentang kecintaan AS dan Inggris, dengan sengaja mengabaikan kebencian mereka terhadap Islam, serta invasi yang mereka lakukan atas Irak, Afghanistan dan negeri-negeri Islam lainnya. Dan ini bukanlah kebijakan baru, sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) telah memuji Ben Ali karena kebijakan ekonomi liberalismenya, promosinya terhadap nilai-nilai Barat, dan kedekatannya dengan kekuatan Barat! Lalu, sekarang di mana mereka para penguasa Tunisia itu?

Tantangan yang kami hadapi di sini adalah bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang seperti (Ahmad) ini, dan menasihatinya akan pentingnya tawakkal (berserah diri) kepada Allah SWT, serta tidak melampiaskan kemarahan pada mereka, karena ketidaktahuan terkait hukum agama yang diwajibkan oleh Allah, dan membuat mereka percaya bahwa Islam sebagai sebuah negara dan sistem pemerintahan yang memiliki solusi atas semua masalah yang sedang mereka hadapi, di mana kami meyakinkan mereka tentang kewajibannya sebagai kaum Muslim agar beraktivitas untuk mendirikan Khilafah. Kami juga harus menciptakan opini umum yang akan mendukung penegakan sistem Khilafah, sehingga orang-orang seperti (Ahmed) tidak lagi menemukan pilihan selain menyingkir jika mereka terus menolak ide Khilafah dan mengabaikan keinginan umat [htipress/htmedia/syabab.com]
*) Taji Mustafa adalah Perwakilan Media Hizbut Tahrir di Inggris.

Benarkah PKS Membela Rakyat?

Written By radjie ahmad on Jumat, 06 April 2012 | 04.29




Benarkah PKS membela rakyat? Karena Presiden PKS Luthfie Hasan Ishak menyatakan sikap tegas pembelaannya terhadap rakyat. Tidak berpihak kepada penguasa. Berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM, yang akan diputuskan di paripurna DPR, hari Jum’at ini. Sikap konsistensi PKS masih harus diuji. Karena selama dua periode pemerintahan Presiden  SBY, PKS menjadi mitra koalisi pemerintah.
Di iklan avetorial yang dimuat dihalaman dua harian Republika 28 Maret 2012, Presiden  PKS Luthfie Hasan Ishak, menyatakan, “Jika opsi yang dipilih pada  akhirnya hanya menyengsarakan rakyat, PKS akan berdiri bersama rakyat”, tegasnya. Ditambahkannya, “Jika pada akhirnya pemerintah dan para menteri yang pro akan kenaikan harga BBM itu bersikukuh menaikkan harga, PKS terpaksa akan berseberangan. PKS lebih memilih berdiri bersama penderitaan rakyat, dan merasakan jeritan hati rakyat yang makin menderita oleh berbagai impitan kehidupan yang kian sulit”, tambahnya.
PKS selama ini dikenal sangat loyal terhadap Presiden SBY, bahkan di Munas bulan Juni, 2010 yang lalu, di Hotel Ritz Carlton, Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi  Aminuddin, di depan Presiden SBY, menegaskan sikapnya, bahwa kebersamaannya dalam koalisi dengan pemerintahan yang dipimpin Presiden SBY, bukan taktis dan strategi politik, tapi merupakan iman dan aqidah, tegas Hilmi.
PKS yang sekarang mengaku membela rakyat itu, tahun 2005, ketika Pemerintahan SBY pertama mengambil keputusan menaikkan BBM,mendukungnya. Pada tahun 2008, ketika pemerintahan SBY menaikkan kembali harga BBM, PKS juga mendukungnya. Artinya PKS tidak pernah berdiri dalam posisi mendukung kepentingan rakyat.
Ketika sedang ramai dibicarakan kasus BLBI,dan kemudian dibentuk Pansus (Panitia Khusus) di DPR yang akan menyelidiki kasus BLBI yang menelan uang negara Rp 650 triliun, PKS menarik anggotanya Rama Pratama dari Pansus, sehingga Pansus menjadi gagal. PKS juga menolak ketika akan dilakukan penyelidikan terhadap kasus Lapindo, di Sidoardjo, yang menyebabkan desa di lima kecamatan di Sidoardjo tenggelam oleh lumpur. Betapa PKS nyata-nyata tidak pernah berpihak kepada rakyat.
Belum lagi menyangkut sejumlah undang-undang yang merupakan produk DPR. PKS mempunyai sumbangan bagi liberalisasi undang-undang, seperti SDA (Sumber Daya Alam), yang sekarang telah mengalami leberalirasi, dan memberikan peluang kepada asing masuk menguasai sumber daya alam  Indonesia. PKS juga membiarkan kebijakan pemerintah yang melakukan import beras, yang menyebabkan petani semakin sengsara.
Beberapa waktu yang lalu, saat usai reshufle kabinet, dan salah satu menteri PKS dicopot, Sekjen PKS, Anis  Matta, menegaskan akan menarik semua menterinya dari kabinet. Tetapi sampai sekarang para menteri PKS, mereka masih tetap berada dalam kabinet. Tidak ada satupun menteri yang ditarik dari kabinet. PKS tetap mempertahankan menteri di kabinet.
Sekarang pemerintah SBY akan mengambil keputusan menaikkan kembali harga BBM, yang sudah pasti akan menyengsarakan rakyat. PKS menegaskan sikapnya akan berpihak kepada rakyat.  Bahkan PKS telah mengirim surat kepada Presiden SBY, yang isinya menolak kenaikan BBM. Bernahkah  sikap PKS akan berpihak kepada rakyat?
Jika PKS serius PKS berpihak kepada rakkyat, harus keluar dari koalisi dan menarik semua menteri dari kabinet. Sekarang kesan PKS bersikap ambigu  (mendua), ingin dikenal sebagai partai yang pro-rakyat, tetapi tetap  mempertahankan sikap koalisi dan membiarkan para menterinya bercokol di pemerintahan. Ini adalah penipuan terhadap rakyat belaka. Tidak sungguh-sungguh membela rakyat. PKS bermain di dua kaki. Ingin membuat citra sebagai pembela rakyat, tetapi faktanya tetap memberikan dukungan kepada pemerintah.
Memang belakangan dukungan terhadap PKS menurun berdasarkan hasil survey yang diselenggarakan berbagai lembaga,  di mana dukungan terhadap PKS tinggal 3,7 persen. Padahal, para elite PKS di pemilu 2014 nanti, mengharapkan menjadi partai "tiga besar", yang sangat ambisius. Langkah pencitraan yang berpura-pura membela rakyat, hanya ingin mendapatkan simpati rakyat.
Sejatinya, langkah yang diambil PKS adalah ingin mendapatkan simpati dari rakyat, sebagai partai yang pro-rakyat kecil, tetapi masih ingin menikmati kekusaan. Hakekatnya PKS tak lebih sebagai kelompok politik, yang sudah menjadikan kekuasaan sebagai “sesembahannya”. Bukan lagi Rabbul Alamin yang menjadi sesembahannya. PKS telah mengubah prinsip dasar pergerakannya yang lebih pragmatis.
Sekarang tak segan-segan merubah prinsip ideologi perjuangannya. Tidak lagi ingin menegakkan syariah dan nilai-nilai Islam dalam perjuangannya. Mirip gerakan kelompok JIL. Wallahul’alam.

Keputusan Rapat Paripurna DPR Mengokohkan Liberalisasi Migas di Indonesia

Written By radjie ahmad on Rabu, 04 April 2012 | 03.31

Syabab.Com - "Keputusan rapat paripurna DPR mengokohkan liberalisasi migas di Indonesia," demikian tegas Hizbut Tahrir Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Jubirnya, Muhammad Ismail Yusanto dalam pernyataan persnya, 01/04/2012.
Menurut HTI, keputusan rapat Paripurna DPR kemaren alih-alih bisa menyelesaikan kemelut persoalan BBM, tapi sebenarnya justru menegaskan 2 hal yang menjadi indikasi makin kokohnya liberalisasi migas di negeri ini.

Pertama, DPR dan pemerintah telah secara bulat meletakkan migas sebagai komoditas semata-mata yang dalam penetapan harga (pricing policy)  benar-benar mengikuti harga internasional atau harga pasar - sesuatu yang sebenarnya telah tidak diperbolehkan karena Pasal 28 Ayat 2 UU Migas yang menjadi dasar untuk mengkaitkan harga BBM dengan mekanisme pasar telah dianulir oleh  Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

Kedua, ketidakberdayaan akibat Indonesia sekarang telah menjadi negara nett importir, sehingga kenaikan harga minyak dunia seolah menjadi bencana. Semestinya bila Indonesia bisa kembali menjadi nett exportir dengan menjaga tingkat produksi seperti dulu (pernah di atas 1,5 juta barel per hari) yang di atas kebutuhan dalam negeri, maka setiap peningkatan harga minyak dunia akan menjadi berkah. Tapi usaha untuk meningkatkan produksi minyak mentah terganjal oleh fakta bahwa sekarang, akibat liberalisasi sektor hulu migas,  sumur-sumur  minyak telah dikuasai penuh oleh  perusahaan swasta asing.

Lebih lanjut HTI menegaskan bahwa menaikkan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan syariat Islam.

"Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat.  Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk dalam pricing policy) maupun di sektor hulu (yang sangat menentukan  jumlah produksi migas  setiap hari), juga kebijakan dzalim dan khianat ini  harus segera dihentikan."

"Sebagai gantinya, migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan  syariah. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah." [m/htipress/syabab.com]

Pernyataan Pers

Maktab I’lamiy Hizbut Tahrir Indonesia
NO: 222/04/12
01 April 2012/08 Jumadil Awwal 1433 H

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

“KEPUTUSAN RAPAT PARIPURNA DPR
MENGOKOHKAN LIBERALISASI MIGAS DI INDONESIA”


Rapat Paripurna DPR yang berakhir dini hari Sabtu 31 Maret lalu telah menyepakati Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 yang berbunyi:
“Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung.”
Dalam UU APBN-P 2012 itu, DPR dan pemerintah menetapkan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 per barel dari sebelumnya US$ 90 per barel. Jadi apabila harga minyak 6 bulan terakhir rata-ratanya mengalami kenaikan atau penurunan 15%, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, nilai ICP rata-rata untuk 6 bulan ke belakang adalah US$ 116,49 per barel. Rinciannya, ICP Oktober 2011 US$ 109,25 per barel, November 2011 US$ 112,94, Desember 2011 US$ 110,70, Januari 2012 US$ 115,90 per barel, Februari 2012 sebesar US$ 122,17 per barel, dan Maret 2012 sebesar US$ 128 per barel. Maka, dalam 6 bulan ini kenaikan rata-rata ICP masih 10,94% dibandingkan asumsi harga minyak yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-P 2012 sebesar US$ 105 per barel. Sehingga harga BBM tidak bisa naik pada 1 April 2012 seperti yang direncanakan pemerintah.
Tapi tidak jadi naiknya BBM pada 1 April ini sifatnya hanya sementara. Bila harga ICP terus menaik atau setidaknya terus menerus di atas 120 USD selama setidaknya 4 bulan ke depan, maka berdasar pasal tadi, pemerintah berhak untuk menaikkan harga BBM. Sebaliknya bila ICP terus menurun, pemerintah juga diberi hak untuk menurunkan harga BBM.
Oleh karena itu, keputusan rapat Paripurna DPR kemaren alih-alih bisa menyelesaikan kemelut persoalan BBM, tapi sebenarnya justru menegaskan 2 hal yang menjadi indikasi makin kokohnya liberalisasi migas di negeri ini. Pertama, DPR dan pemerintah telah secara bulat meletakkan migas sebagai komoditas semata-mata yang dalam penetapan harga (pricing policy)  benar-benar mengikuti harga internasional atau harga pasar - sesuatu yang sebenarnya telah tidak diperbolehkan karena Pasal 28 Ayat 2 UU Migas yang menjadi dasar untuk mengkaitkan harga BBM dengan mekanisme pasar telah dianulir oleh  Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Akibatnya, segala bentuk perhitungan juga akan mengacu ke sana. Disitulah problema di seputar berapa sebenarnya harga produksi, harga jual, dan berapa sebenarnya subsidi (dan apakah tepat istilah subsidi itu) akan terus berlanjut yang membuat persoalan BBM ini menajdi tidak terurai secara jernih.
Kedua, ketidakberdayaan akibat Indonesia sekarang telah menjadi negara nett importir, sehingga kenaikan harga minyak dunia seolah menjadi bencana. Semestinya bila Indonesia bisa kembali menjadi nett exportir dengan menjaga tingkat produksi seperti dulu (pernah di atas 1,5 juta barel per hari) yang di atas kebutuhan dalam negeri, maka setiap peningkatan harga minyak dunia akan menjadi berkah. Tapi usaha untuk meningkatkan produksi minyak mentah terganjal oleh fakta bahwa sekarang, akibat liberalisasi sektor hulu migas,  sumur-sumur  minyak telah dikuasai penuh oleh  perusahaan swasta asing. Pemerintah, dalam hal ini BP Migas, terbukti tidak mampu mengontrol tingkat lifting yang anehnya di tengah situasi global yang sangat kondusif dimana harga minyak terus meningkat dan teknologi yang semakin canggih, tapi lifting justru terus menurun. Oleh karena itu, semestinya DPR tidak boleh terjebak sekadar membicarakan harga BBM dan segala hal terkait di sektor hilir, tapi juga harus mempersoalkan sektor hulu sedemikian sehingga sumur-sumur minyak kembali dikuasi penuh oleh negara.
Berkenaan dengan hal ini, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
1.     Keputusan DPR dalam rapat paripurna yang menambah ketentuan dalam Pasal 7 Ayat 6a dalam UU APBN-P itu makin mengkokohkan liberalisasi migas di negeri ini dan tidaklah menyentuh permasalah utama di seputar kemelut BBM. Harga BBM memang tidak jadi naik 1 April ini, tapi keputusan itu sekadar menunda masalah. Bila nanti BBM benar-benar naik bukan tidak mungkin reaksi publik bisa meledak lebih keras lagi.
2.     Tetap menolak rencana kenaikan harga BBM meski pada faktanya nanti minyak dunia terus meningkat sedemikian sehingga ICP rata-rata sudah diatas 15% dari asumsi dalam APBN - P,  karena ini adalah kebijakan yang dzalim dan sebuah pengkhianatan terhadap rakyat yang sangat nyata.
3.     Menaikkan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan syariat Islam. Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat.  Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk dalam pricing policy) maupun di sektor hulu (yang sangat menentukan  jumlah produksi migas  setiap hari), juga kebijakan dzalim dan khianat ini  harus segera dihentikan.  Sebagai gantinya, migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan  syariah. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah.
Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto

Kuffar di Pontianak Lakukan Sweeping dan Paksa Muslimah Melepas Jilbab



JAKARTA (voa-islam.com) - Dari pemantauan yang dilakukan terhadap konflik di Pontianak Kalimantan Barat, umat Islam sangat  terzhalimi. Ketua DPP FPI Munarman menyampaikan bahwa yang melakukan penyerangan adalah orang-orang kafir terhadap umat Islam di Pontianak.
“Yang melakukan penyerangan itu orang-orang kafir, umat Islam hanya membela diri,” ungkap anggota TPM ini kepada voa-islam.com, Kamis (16/3/2012).
Lebih lanjut Munarman menyampaikan perlakuan keji dilakukan orang-orang kafir terhadap umat Islam Pontianak dengan melakukan sweeping dan memaksa para muslimah untuk membuka jilbab.
“Kaum kafir mensweeping dan memaksa muslimah membuka jilbab,” jelas direktur An Nasr Insitute ini.
Perang Bani Qainuqa Di Zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam perlakuan keji terhadap muslimah pernah terjadi. Seorang wanita muslimah berbelanja di pasar Bani Qainuqa, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya. Tentu saja wanita tersebut menolaknya.
Kemudian seorang penjual perhiasan mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui sehingga ketika dia berdiri aurat wanita tersebut tersingkap diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya. Wanita tersebut berteriak kemudian salah seorang Sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun,kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuhnya pula.
Ketika berita ini sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau langsung mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera perang kepada Hamzah bin Abdul Muththalib. Lalu mereka menuju Bani Qainuqa. Ketika melihat Kaum Muslimin, orang-orang Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka. Pasukan Rasulullah SAW mengepung mereka dengan rapat selama lima belas hari pada bulan Syawal hingga awal Dzulqaidah tahun kedua Hijriah.
Akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusir Yahudi Bani Qainuqa dari kota Madinah agar tidak tinggal berdampingan dengan kaum Muslimin karena telah melanggar piagam Madinah. Dari kisah tersebut umat Islam mestinya mengambil pelajaran bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersikap tegas jika syari’at ini telah dilecehkan oleh musuh-musuh Islam. [Ahmed Widad]

Masya Allah, Pemuja Setan & Model Porno, Kok Jadi Idola!!



JAKARTA (VoA-Islam) – Aneh, jika masyarakat Indonesia seperti tersihir dengan sosok yang kerap berpakaian seronok, bahkan telanjang seperti binatang. Memang, bukan Lady Gaga namanya jika tidak mengumbar sensasi. Bukan kali pertama, ia menjadi sorotan publik lantaran busana yang dikenakannya terlalu mempertontonkan belahan dadanya, bahkan kemaluannya.

Saat keluar dari hotel New York, Jumat 2 Maret 2012 lalu, Gaga yang mengenakan busana panjang serba hitam menjadi pusat perhatian. Betapa tidak, ia memamerkan bra hitamnya sambil menunjukkan belahan dada. Tanpa merasa canggung, penyanyi “Poker Face” ini terlihat santai berjalan.
Sebelumnya, setelah busana daging yang dikenakannya sempat heboh, Gaga tetap tak kehabisan ide untuk menciptakan tren baru dalam berbusana. Saat meninggalkan Fountain Studios di Wembley, London, setelah muncul di 'X-Factor' ia juga pernah berpenampilan nyeleneh.Yang mengejutkan, Lady Gaga berjalan santai tanpa celana. Penampilan terbaru Gaga itu tentu saja langsung menjadi pusat perhatian publik.
Lebih dari itu, Lady Gaga juga dikenal sebagai perusak moral. Gaga pernah menjadi model sketsa bugil karya Tonny Bennett yang laku terjual dengan harga USD 30 ribu atau setara R 272 juta. Semua keuntungan yang diperoleh dalam pelelangan sketsa itu disumbangkan pada dua yayasan, yaitu: Exploring the Arts milik Tony Bennett dan Born This Way Foundation milik Lady Gaga sendiri.
Sketsa itu dibuat oleh Tony saat Gaga menjalani sesi pemotretan Annie Leibovitz untuk majalah Vanity Fair, edisi Januari 2012. Dalam sketsa tersebut, pelantun Born This Way itu tampak polos tanpa balutan sehelai benang pun sambil memegang sepuntung rokok. Di bagian pojok, terdapat inisial si pembuat sketsa, yang ditulis dengan nama Benedetto.
Sang pelantun 'Bad Romance' itu memang terobsesi menjadi seorang superstar sejak dulu. Dalam buku diary-nya, Gaga menuliskan bahwa dirinya adalah saudara kembar Britney Spears yang terpisah saat lahir. Impian Gaga menjadi seorang bintang akhirnya tercapai. Kini, namanya sangat dikenal dan menjadi idola. Dia berhasil menjadi seorang superstar, bahkan mungkin saat ini popularitas Gaga melebihi Britney Spears.
Seperti diberitakan Reuters, wanita berusia 25 tahun ini meraih penghargaan untuk kategori Best Female, Best Song untuk lagu ‘Born This Way’, Best Video, dan Biggest Fans Award. Gaga mengungkapkan, ‘Born This Way’ adalah lagu yang paling penting dalam album terbarunya.
Idola Bermoral Bobrok
Bukan hanya gaya dan penampilannya saja yang dikenal seronok. Penyanyi asal Amerika, Lady Gaga ini juga memiliki pemikiran yang ngawur. Saking ngawurnya, ia mendambakan bayi  berketurunan Italia dari hasil kumpul kebon dengan kekasih gelapnya. Untuk itu, ia pun tengah mencari pria pendonor sperma yang memiliki keturunan darah Italia."Saya ingin memiliki bayi berdarah Italia, mungkin Sisilia," ujarnya pada radio Spanyol Ibiza seperti dikutip laman Metro.co.uk.

Gilanya lagi, terlepas penampilannya yang nyeleneh, Lady Gaga sangat mengagungkan kecantikan alami. Dalam wawancara di Majalah
Elle edisi terbaru, Gaga tanpa basa-basi membeberkan rahasia kecantikan kulitnya."Orgasme, semakin sering orgasme, dan bayam," kata penyanyi 25 tahun itu, seperti dikutip dari laman harian Daily Mail.

Ritual Satanic
Baru-baru ini, Lady Gaga dikabarkan meninggalkan cairan merah yang diduga darah di kamar mandi sebuah hotel berbintang di London. Pekerja hotel mengaku terkejut saat Gaga meninggalkan hotel musim panas lalu. Si petugas menemukan cairan merah dalam bak mandi kamar mewah tersebut. Salah satu petugas kebersihan hotel mengklaim superstar pop itu diduga telah melakukan ritual khusus mandi dengan darah. "Lady Gaga meninggalkan banyak darah selama ia menetap di kamar hotel selama musim panas ini," kata petugas kebersihan itu kepada situs Truthquake, Rabu, 4 Januari 2011.

Namun, ada juga sumber yang mengatakan Gaga sengaja menggunakan cairan merah sebagai bagian dari kostum 'aneh' yang selama ini menjadi ciri khas penyanyi tersebut."Semua staf hotel yakin, dia mandi atau setidaknya ia menggunakan (cairan merah) sebagai bagian dari salah satu kostum untuk rutinitas panggung anehnya," ujar sumber.
Ini bukanlah pertama kalinya Gaga melakukan perilaku aneh di hotel. Sebelumnya, Gaga pernah mengaku takut akan pengaruh roh jahat yang mengikutinya. Ia pun selalu meminta paranormal memeriksa kamar hotel yang akan ia tinggali."Dia percaya paranormal dan tidak akan mengambil risiko ketika ia berada di jalan. Sangat penting agar dia aman dari roh," ucapnya.
Jelas sudah, Lady Gaga adalah sosok yang membawa misi Zionis Yahudi. Dengan kata lain, Gaga adalah sosok yang merusak pemikiran, otak dan  akhlak generasi muda Islam, khususnya melalui budaya. Bagi para pemerhati konspirasi dan Yahudi, nama Lady Gaga sudah tidak asing sebagai artis penyembah ajaran musyrik Pagan.
Seperti pernah dilansir Dailymail, salah satu pekerja di Hotel Intercontinental, London, pernah melaporkan bahwa penyanyi kontroversial tersebut telah meninggalkan cairan mirip darah dalam jumlah besar di bak mandi hotel. Semua staf hotel sangat yakin Gaga telah mandi di sana, atau setidaknya menggunakan cairan itu untuk mendandani kostumnya yang selalu super aneh di atas panggung. Sudah tak mengherankan lagi, karena Lady Gaga memang terkenal sebagai boneka illuminati yang memiliki ritual pagan sebagai keharusan.
Mubazir Kawannya Setan
Bayangkan, harga tiket dari Rp 400.000 sampai di atas Rp 2 juta merupakan penghambur-hamburan duit yang sia-sia. Membeli tiket semahal itu, sama saja menyawer Lady Gaga, sang pemuja setan. Ini adalah dosa yang sangat nyata. Mendatangkan biduan asal Amrik itu bukanlah prestasi, melaikan aib, bahkan merusak moral dan akidah generasi muda Islam.  
Sangat aneh, jika masyarakat yang mayoritas muslim ini begitu antusiasnya menyambut kedatangan Gaga, sampai rela berdesak-desakan membeli tiket konsernya. Bahkan diberitakan dari anak-anak sampai ibu hamil antre beli tiket konser Lady Gaga. Astagfirullah! Apakah mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang siapa sesungguhnya Lady Gaga yang mendapat julukan “Ratu Illuminati” itu?  
Ketahuilah, Illuminati adalah sebuah kelompok dalam Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Free Masonry -- kelompok  rahasia dan bawah tanah Zionis. Historisnya, kelompok illuminati dikejar-kejar kelompok gereja di Eropa, lalu Free Masonry yang menjadi tunggangan Illuminati tampil sebagai pelindung.
Sangat disayangkan, banyak umat Islam yang tidak mengetahui hal ini. Dan sepertinya, para ulama yang memahami tentang Zionis Yahudi, harus memberikan informasi tentang bahaya Illuminati, Free Mason, dan lainnya yang berhubungan dengan Zionis Yahudi. Termasuk para pembawa misi kelompok-kelompok Zionis Yahudi ini. Salah satunya adalah Lady Gaga. Jika konser salah satu pembawa misi Zionis Yahudi itu tetap digelar, maka murka Allah apalagi yang diterima bangsa ini? Na’uudzubillaahi mindzaalik.
Maka, MUI, ormas Islam lainnya dan seluruh kaum Muslimin, wajib menolak konser Gaga ini. Yang terlanjur beli tiket, hendaknya mengembalikan tiket konser itu. Kita berharap, Lady Gagal menginjak kakinya di bumi Indonesia untuk tour konsernya di Jakarta. (Desastian/dbs)

Tidak Ada Terminologi Islam Radikal & Moderat, Sebut Saja Saya Muslim



DEPOK (VoA-Islam) – Dalam Islam, tak dikenal terminologi atau istilah radikal. Kata radikal adalah wacana Barat sebagai bentuk stigma yang ditujukan kepada umat Islam. Karenanya, umat Islam tidak perlu mengikuti istilah itu. Sebab, jika kita mencoba mendefinisikan istilah radikal menurut kacamata Islam, maka akan terkesan dipaksakan.
“Umat Islam yang punya akidah kuat itu adalah muslim yang baik. Tapi Barat menyebutnya sebagai Islam fundamentalis. Bilang saja, saya seorang Muslim yang  mencoba untuk kaffah. Meski sebagai manusia, kita tidak akan pernah sempurna,” kata Direktur INSIST Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi alias Gus Hamid menjawab pertanyaan peserta yang hadir dalam Peluncuran buku terbarunya “MISYKAT: Islam, Westernisasi, dan Liberalisasi” di Masjid Darussalam, Komplek Griya Tugu Asri, Depok, Ahad (1/4) lalu.
Sementara itu dikatakan Adian Husaini, juga peneliti dari INSIST, istilah Islam radikal dan Kristen orthodox adalah istilah dari Barat. “Memang sering, orang bertanya, kamu ini Islam yang mana? Fundamental atau moderat? Saya katakan, tak perlu lah kita membuat embel-embel di belakang kata Islam. Sebut saja Islam.”
Dikatakan Adian, kalau ada orang Islam suka menyebut dirinya Islam moderat, bisa-bisa kita direpotkan untuk mengubah plang atau papan nama di setiap perguruan tinggi atau rumah sakit Islam. “Bisa-bisa nanti, plang UIN (Universitas Islam Negeri) diganti menjadi Universitas Islam Moderat Negeri (UIMN). Atau rumah sakit Islam menjadi rumah sakit Islam moderat,” ungkap Adian guyon.
Sebagai orang tua, Adian hanya berharap anak-anaknya kelak menjadi anak yang shaleh. Tidak mengatakan, kamu jangan radikal, jadilah Islam moderat. “Orang yang bertanya, kamu ini Islam yang mana, adalah pertanyaan orang-orang bingung. Orang seperti ini patut dikasihani,” tukas Adian. Desastian

Cara Mencegah Lunturnya Iman!

BAGI seorang Muslim, iman adalah segalanya. Iman adalah aset paling berharga dan menjadi kriteria pertama diterima atau tidaknya amal di hadapan Allah. Akan tetapi, sebagaimana lazimnya setiap aset berharga di dunia ini, ia selalu terancam bahaya. Banyak pihak yang mengintai dan ingin mencurinya. Maka, tidak sedikit orang yang imannya lenyap, lalu mati dalam keadaan tidak memilikinya lagi. Tentu kita tidak ingin mengalaminya. Tetapi, bagaimana menjaga iman supaya tidak hilang?

Dalam Al-Qur’an, ketiadaan iman disebut juga dengan ketersesatan (dholal). Dan, pada dasarnya tidak ada manusia yang disesatkan oleh Allah, kecuali orang-orang yang fasiq. Dengan kata lain, bila manusia telah menjadi fasiq, ia pasti akan tersesat. Allah berfirman;

مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَـذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيراً وَيَهْدِي بِهِ كَثِيراً وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِينَ
الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُولَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“…dan, tidak ada yang disesatkan dengannya kecuali orang-orang yang fasiq. (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Qs. al-Baqarah: 26-27).

Menurut Imam Ibnu Jarir ath-Thabari, ayat diatas menunjukkan bahwa tidak ada yang disesatkan kecuali orang-orang yang meninggalkan ketaatan kepada Allah, tidak mau menuruti perintah maupun larangan-Nya, dan melanggar perjanjian yang telah Allah buat dengan mereka. Dalam Tafsir Zadul Masir dinyatakan, bahwa diantara sifat orang fasiq adalah menyalahi isi Al-Qur’an, memutuskan hubungan silaturrahim, dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan.

Jelas bahwa kefasikan adalah kondisi ketika seseorang menelantarkan imannya, memperturutkan hawa nafsu, dan tidak memperdulikan hukum-hukum Allah. Ketika itulah imannya menjadi rapuh, lalu syetan merampasnya.
Maka, dalam al-Fiqh al-Akbar, Imam Abu Hanifah berkata, “Tidak boleh kita katakan bahwa syetan merampas iman dari hati seorang hamba yang mukmin secara paksa dan sewenang-wenang. Namun, kita katakan bahwa seorang hamba itu meninggalkan imannya sehingga pada saat itulah syetan merampasnya.”

Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, Imam al-Ghazali menunjukkan bahwa keimanan sangat mudah goyah pada awal mula pertumbuhannya, apalagi di kalangan anak kecil dan kaum awam. Oleh karenanya, iman harus selalu diperkokoh. Selanjutnya beliau berkata,

“Jalan untuk menguatkan dan meneguhkan iman bukanlah dengan mempelajari kemahiran berdebat dan teologi (ilmu kalam), akan tetapi dengan (1) menyibukkan diri membaca al-Qur'an berikut tafsirnya, (2) membaca hadits disertai maknanya, dan (3) menyibukkan diri dengan menunaikan berbagai tugas ibadah. Dengan demikian kepercayaannya senantiasa bertambah kokoh oleh dalil dan hujjah al-Qur'an yang mengetuk pendengarannya, juga oleh dukungan hadits-hadits beserta faidahnya yang ia temukan, kemudian oleh pendar cahaya ibadah dan tugas-tugasnya. Hal itu juga diiringi dengan (4) menyaksikan kehidupan orang-orang shalih, bergaul dengan mereka, memperhatikan tindak-tanduk mereka, mendengar petuah-petuah mereka, juga melihat perilaku mereka dalam ketundukannya kepada Allah, rasa takut mereka kepada-Nya, serta kemantapan mereka kepada-Nya.”
Imam al-Ghazali kemudian mengibaratkan awal mula keimanan dengan menabur benih, sementara seluruh amal tersebut diatas merupakan upaya menyiram dan merawatnya, sehingga akhirnya ia tumbuh berkembang, menjadi kuat dan meninggi sebagai pohon yang baik dan kokoh, akarnya teguh sedangkan cabang-cabangnya menjulang ke angkasa. Kelak, buahnya pasti lebat dan menguntungkan, dengan seizin Allah.
Pernyataan di atas dapat kita pahami pula dari sisi sebaliknya. Bahwa, ketika seseorang mulai menjauh dari Al-Qur’an, tidak mengenal hadits Nabi, kocar-kacir ibadahnya, dan memiliki lingkungan maupun teman bergaul yang rusak, berarti ia tengah menelantarkan imannya. Maka sangat boleh jadi, seperti kata Imam Abu Hanifah, syetan pun akan merampasnya. Na’udzu billah!
Bila seseorang menjauhi Al-Qur’an dan hadits, maka akar-akar iman di hatinya pun mulai goyah. Rasulullah bersabda, “Sungguh telah aku tinggalkan di tengah-tengah kalian – selama kalian selalu berpegang teguh kepadanya – maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (Riwayat al-Hakim, dari Ibnu ‘Abbas. Hadits shahih).
Bila tugas-tugas ibadahnya berantakan dan ia lalaikan, maka Allah pun akan mengacaukan hati dan kehidupannya, hingga terasa sempit dan menggelisahkan. Allah berfirman, “Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta.” (Qs. Thaha: 124).
Bila hanya ada orang-orang jahat di sekitarnya, maka masing-masing cuma perduli pada urusan perut dan syahwat, lalu satu sama lain akan menghalangi dari akhirat. Dikisahkan oleh al-Hafizh Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab al-Ikhwan, bahwa 'Atha' al-Khurasani pernah bertanya kepada Muhammad bin Wasi’, "Amal apakah yang paling utama di dunia ini?" Dijawab, "Menemani teman dan bercakap-cakap dengan saudara, apabila mereka saling bersahabat diatas kebajikan dan taqwa." Beliau melanjutkan, "Ketika itulah Allah akan menghadirkan kemanisan diantara mereka, sehingga mereka terhubung dan saling menyambungkan hubungan. Tiada kebaikan dalam menemani teman dan bercakap-cakap dengan saudara jika mereka menjadi budak dari perutnya masing-masing, sebab jika mereka seperti ini maka satu sama lain akan saling menghalangi dari akhirat.”
Oleh karenanya, Allah mengajari kita sebuah doa, agar iman dan hidayah senantiasa tertanam di hati dan tidak dilenyapkan-Nya.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menjadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia).” (Qs. Ali ‘Imran: 8). Wallahu a’lam.*/M. Alimin Mukhtar, Pernah dipublikasikan Lembar Tausiyah

Hasyim Muzadi: “Pasal 7 Ayat 6a, Bukti DPR pun Liberal!”

Written By radjie ahmad on Selasa, 03 April 2012 | 00.54

Mediaumat.com Disahkannya Pasal 7 Ayat 6a pada UU APBN P 2012 tadi malam, menuai protes berbagai kalangan tak terkecuali mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi.
“Ya keputusan ini untuk memberikan peluang pemerintah menaikan yang sesuai dengan harga pasar, itu juga merupakan indikasi bahwa, yang melakukan liberalisasi ekonomi itu bukan kemauan pemerintah saja tapi juga DPR yang punya suara 356 itu tadi yang menerima,” ungkapnya kepada mediaumat.com, Sabtu (31/3) pagi di Depok.
Menurutnya, Ayat 6a ini, memberi kewenangan kepada Presiden untuk tidak perlu lagi meminta persetujuan kepada DPR bila dikemudian hari ingin menaikan harga BBM. “Sesungguhnya ini bukan tidak naik tetapi menunda kenaikan kalau naik lagi tidak usah bicara sama DPR, seperti itu!” bebernya.
Hasyim pun menegaskan, yang dipertontonkan DPR tadi malam itu memperjelas peta kekuatan liberal. “Nah, dari jumlah 356 itu yang ingin memberikan kenaikan tanpa melalui DPR itu, ibaratnya kan sudah kelihatan bagaimana kekuatan liberal itu di Indonesia. Petanya kan menjadi jelas,” pungkasnya.[] joko prasetyo
 

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Berita Muslim - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger